Dalam Islam, sifat ghirah (kecemburuan terhadap sesuatu yang benar) merupakan salah satu tanda iman. Hadis berikut ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat ghirah, demikian juga seorang mukmin. 299 - إِنّ اللهَ تَعَالَى يَغَارُ، وَإِنّ المُؤمِنَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللهِ أَنْ يَأْتِي المُؤْمِنُ ما حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ، إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ (رَوَاهُ البُخَارِيّ وَمُسْلِمٌ) Artinya: Sesungguhnya Allah memiliki ghirah, dan seorang mukmin juga memiliki ghirah. Ghirah Allah adalah ketika seorang mukmin melakukan sesuatu yang diharamkan oleh Allah kepadanya. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang berserah diri. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah r.a.) Makna Hadis: Dalam hadis ini disebutkan bahwa Allah memiliki ghirah, yaitu kecemburuan dalam arti ketidaksukaan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ghirah seorang mukmin juga merupakan cerminan dari keteguhan imannya dalam membela kebenaran dan me...
Komentar
Posting Komentar