Langsung ke konten utama

Postingan

Adab Mulia Menghadapi Orang yang Meninggal Dunia

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hadirin yang dirahmati Allah, Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu gerbang menuju alam yang kekal. Saat ada saudara, kerabat, atau orang terdekat kita berada di ambang ajal atau baru saja mengembuskan napas terakhir, ada tuntunan indah dari Rasulullah SAW yang harus kita amalkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Ummu Salamah RA, beliau bersabda: “Apabila kalian menghadiri kematian orang-orang di antara kalian, maka pejamkanlah matanya, karena sesungguhnya pandangan mata itu mengikuti keluarnya ruh. Dan ucapkanlah perkataan yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang diucapkan oleh keluarga mayit.” Dari hadis mulia ini, ada dua perintah utama yang sarat makna: Pertama: Segera pejamkan mata jenazah dengan lembut. Ini adalah sunnah dan bagian awal pengurusan jenazah. Secara spiritual, mata manusia secara alami akan menatap mengikuti arah keluar...
Postingan terbaru

Khutbah Jumat: Muhasabah Kematian dan Kehidupan Akhirat

  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Alla...

Dzikir Fida’ vs Yasinan: Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Adil + Contoh Praktis 7 Hari

 Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya dalam acara tahlilan, sering dijumpai dua amalan: yasinan dan dzikir fida’ (‘ataqoh) . Namun muncul pertanyaan: 👉 “Mana yang lebih utama, yasinan atau dzikir fida’?” Tulisan ini akan menjawab secara adil, ilmiah, dan berdasarkan dalil , agar tidak terjadi kesalahpahaman. Apa Itu Dzikir Fida’? Kata fida’ berarti: ➡️ tebusan / pembebasan Dzikir fida’ (‘ataqoh) adalah amalan dzikir yang bertujuan sebagai ikhtiar memohon pembebasan dari siksa , baik untuk diri sendiri maupun orang lain (terutama mayit). Biasanya dilakukan dengan: membaca Lā ilāha illallāh dalam jumlah banyak atau membaca surat Al-Ikhlas Dalil Dzikir (Dasar yang Kuat) 1. Tahlil adalah Dzikir Paling Utama قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ (رواه الترمذي) Artinya: “Dzikir yang paling utama adalah Lā ilāha illallāh .” (HR. Tirmidzi – hasan) 2. Tahlil Berkaitan dengan Keselamatan قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: م...