Langsung ke konten utama

BAB BULAN SYA'BAN & DALILNYA (Laporan Amal Tiap Pekan kepada Allah Ta'ala)

 


Dijelaskan didalam riwayat:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ: اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا". (رَوَاهُ مُسْلِم)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
"Amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah setiap pekan dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni setiap hamba yang beriman, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya masih terdapat permusuhan (dendam). Maka dikatakan: 'Tangguhkanlah pengampunan bagi keduanya hingga mereka berdamai.'" (HR. Muslim)


Penjelasan Hadis:

1. Laporan Amal Dua Kali Seminggu
Hadis ini menjelaskan bahwa amal manusia diperlihatkan kepada Allah dua kali dalam seminggu, yaitu:

  • Hari Senin
  • Hari Kamis

Hal ini menunjukkan bahwa hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan khusus, yang menjadi alasan Rasulullah ﷺ banyak berpuasa pada kedua hari tersebut.

📌 Dalil pendukung:
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Amal manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Hibban, shahih)


2. Pengampunan bagi Orang Beriman
Allah mengampuni dosa setiap hamba yang beriman ketika amal mereka diperlihatkan. Namun, ada pengecualian, yaitu bagi mereka yang masih memiliki permusuhan (syahna') dengan saudaranya.

📌 Apa itu syahna'?

  • Syahna' adalah kebencian, permusuhan, atau dendam yang menyebabkan seseorang menjauhi saudaranya tanpa alasan yang benar.
  • Ini mencakup sikap enggan meminta maaf, tidak mau berdamai, atau saling bermusuhan.

3. Orang yang Bermusuhan Tidak Mendapat Pengampunan
Dalam hadis ini disebutkan bahwa pengampunan bagi orang yang bermusuhan akan ditangguhkan hingga mereka berdamai.
Allah akan berfirman:
"Tangguhkanlah pengampunan bagi keduanya hingga mereka berdamai."

📌 Pelajaran penting:

  • Jangan biarkan permusuhan berlarut-larut.
  • Segera berdamai dan saling memaafkan sebelum datangnya hari Senin dan Kamis.
  • Jangan menunda-nunda meminta maaf, karena dosa kita bisa tertahan akibat permusuhan ini.

Kesimpulan:

Amal manusia dilaporkan kepada Allah dua kali seminggu (Senin & Kamis).
Orang beriman akan diampuni kecuali mereka yang masih bermusuhan.
Permusuhan dapat menjadi penghalang turunnya rahmat dan pengampunan Allah.
Memaafkan dan berdamai adalah syarat agar amal kita diterima dan dosa kita diampuni.

📌 Apa yang bisa kita lakukan?

  1. Perbanyak ibadah, terutama puasa Senin-Kamis.
  2. Hindari permusuhan dan segera berdamai dengan sesama Muslim.
  3. Saling memaafkan sebelum datangnya hari Senin dan Kamis agar amal kita tidak tertahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kitab Mukhtārul Ahādīts no. 298 - Allah Menurunkan Pertolongan Sesuai Kadar Ujian

  Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti akan menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Namun, sebagai seorang mukmin, kita harus meyakini bahwa Allah tidak akan membebani kita dengan sesuatu yang melebihi kemampuan kita. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: إِنَّ اللَهَ تَعَالَى يُنْزِلُ الْمَعونَةَ عَلَى قَدْرِ المَؤونَةِ وَيُنْزِلُ الصَّبْرَ عَلَى قَدْرِ البَلَاء "Sesungguhnya Allah Ta'ala menurunkan pertolongan sesuai dengan kadar beban yang dipikul, dan menurunkan kesabaran sesuai dengan kadar ujian." (Diriwayatkan oleh Ibnu 'Ady dari Abu Hurairah, dalam kitab Mukhtārul Ahādīts no. 298) Hadis ini mengandung pesan yang mendalam bahwa setiap cobaan yang datang dalam hidup seseorang sudah diiringi dengan pertolongan dari Allah. Seseorang tidak akan diuji melebihi batas kemampuannya, karena Allah juga menurunkan kesabaran sesuai dengan kadar ujian yang diberikan. Makna Hadis Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Tanpa Perto...

BAB BULAN SYA'BAN & DALILNYA (KESAHIHAN HADIS MALAM NISHFU SYA’BAN)

  Disebutkan dalam riwayat: Hadis Pertama عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رواه الطبراني في الكبير والأوسط قال الهيثمي ورجاله ثقات، ورواه ابن حبان وصححه، من حديث أبي موسى، وابن أبي شيبة، وعبد الرزاق عن كعب بن مرة وأبي ثعلبة) Dari Mu'adz bin Jabal , dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Allah Azza wa Jalla melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan (memendam kebencian)." ( Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Awsath. Al-Haitsami berkata: Para perawinya terpercaya. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan disahihkan olehnya, serta diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrazzaq dari K'ab bin Murrah dan Abu Tsa’labah. ) Hadis Kedua قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَنْزِلُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَ...

Mukhtaru Al-Ahadits No. 299 - Ghirah Allah dan Seorang Mukmin

  Dalam Islam, sifat ghirah (kecemburuan terhadap sesuatu yang benar) merupakan salah satu tanda iman. Hadis berikut ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat ghirah, demikian juga seorang mukmin. 299 - إِنّ اللهَ تَعَالَى يَغَارُ، وَإِنّ المُؤمِنَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللهِ أَنْ يَأْتِي المُؤْمِنُ ما حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ، إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ (رَوَاهُ البُخَارِيّ وَمُسْلِمٌ) Artinya: Sesungguhnya Allah memiliki ghirah, dan seorang mukmin juga memiliki ghirah. Ghirah Allah adalah ketika seorang mukmin melakukan sesuatu yang diharamkan oleh Allah kepadanya. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang berserah diri. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah r.a.) Makna Hadis: Dalam hadis ini disebutkan bahwa Allah memiliki ghirah, yaitu kecemburuan dalam arti ketidaksukaan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ghirah seorang mukmin juga merupakan cerminan dari keteguhan imannya dalam membela kebenaran dan me...